Minggu, 30 Maret 2014

Macam-Macam Memposisikan Klien Di Tempat Tidur



http://us.123rf.com/400wm/400/400/justmeyo/justmeyo1005/justmeyo100500107/6960508-man-patient-lying-on-bed-in-hospital-and-having-an-conversation-with-his-doctor-woman.jpg
1.      Posisi Fowler
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/semifowlers.jpg
a.      Pengertian
    Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk, dimana bagian kepala
tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Posisi ini dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernapasan pasien.
b.      Tujuan
1)      Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi.
2)      Meningkatkan rasa nyaman
3)      Meningkatkan dorongan pada diafragma sehingga meningkatnya ekspansi dada dan ventilasi paru
4)      Mengurangi kemungkinan tekanan pada tubuh akibat posisi yang menetap
c.       Indikasi
1)      Pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan
2)      Pada pasien yang mengalami imobilisasi
2.      Posisi Sim’s
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/sims-position.jpg
a.      Pengertian
   
Posisi sim adalah posisi miring kekanan atau miring kekiri. Posisi   ini dilakukan untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). Berat badan terletak pada tulang illium, humerus dan klavikula.
b.      Tujuan
1)  Meningkatkan drainage dari mulut pasien dan mencegah aspirasi
2)  Mengurangi penekanan pada tulang secrum dan trochanter mayor otot pinggang
3)  Memasukkan obat supositoria
4)  Mencegah dekubitus
c.       Indikasi
1)      Pasien dengan pemeriksaan dan pengobatan daerah perineal
2)      Pasien yang tidak sadarkan diri
3)      Pasien paralisis
4)      Pasien yang akan dienema
5)      Untuk tidur pada wanita hamil.
3.      Posisi Trendelenberg
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/trendelenburg.jpg

a.      Pengertian
   
Pada posisi ini pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak.
b.      Tujuan
1)      Pasien dengan pembedahan pada daerah perut.
2)      Pasien shock.
3)      Pasien hipotensi.
c.       Indikasi
1)      Pasien dengan pembedahan pada daerah perut
2)      Pasien shock
3)      Pasien hipotensi. 
4.      Posisi Dorsal Recumben
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/dorsal_recumbent1307170859169.jpg

a.      Pengertian
   
Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) di atas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa serta pada proses persalinan.
b.      Tujuan
    Meningkatkan kenyamanan pasien, terutama dengan ketegangan punggung belakang.
c.       Indikasi
1)      Pasien dengan pemeriksaan pada bagian pelvic, vagina dan anus
2)      Pasien dengan ketegangan punggung belakang.
5.      Posisi Lithotomi
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/lithotomy.jpg

a.      Pengertian
   
Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genitalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.
b.      Tujuan
1)        Memudahkan pemeriksaan daerah rongga panggul, misal vagina taucher, pemeriksaan rektum, dan sistoscopy
2)        Memudahkan pelaksanaan proses persalinan, operasi ambeien, pemasangan alat intra uterine devices (IUD), dan lain-lain.
c.       Indikasi
1)        Pada pemeriksaan genekologis
2)        Untuk menegakkan diagnosa atau memberikan pengobatan terhadap penyakit pada uretra, rektum, vagina dan kandung kemih.
6.      Posisi Genu Pectrocal
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/knee-chest1307171918247.jpg

a.      Pengertian
Pada posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki di tekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa daerah rektum dan sigmoid.
b.      Tujuan
Memudahkan pemeriksaan daerah rektum, sigmoid, dan vagina.
c.       Indikasi
1)      Pasien hemorrhoid
2)      Pemeriksaan dan pengobatan daerah rectum, sigmoid dan vagina.
7.      Posisi Orthopeneic
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/orthopnea.jpg

a.      Pengertian
Posisi pasien duduk dengan menyandarkan kepala pada penampang yang sejajar dada, seperti pada meja.
b.      Tujuan
Memudahkan ekspansi paru untuk pasien dengan kesulitan bernafas yang ekstrim dan tidak bisa tidur terlentang atau posisi kepala hanya bisa pada elevasi sedang.
c.       Indikasi
Pasien dengan sesak berat dan tidak bisa tidur terlentang.
8.      Posisi Supinasi
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/supine1.jpg

a.      Pengertian
Posisi telentang dengan pasien menyandarkan punggungnya agar dasar tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang baik.
b.      Tujuan
Meningkatkan kenyamanan pasien dan memfasilitasi penyembuhan terutama pada pasien pembedahan atau dalam proses anestesi tertentu.
c.       Indikasi
1)      Pasien dengan tindakan post anestesi atau pembedahan tertentu
2)      Pasien dengan kondisi sangat lemah atau koma.
9.      Posisi pronasi
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/patientpositionprone1.jpg

a.      Pengertian
Pasien tidur dalam posisi telungkup Berbaring dengan wajah menghadap ke bantal.
b.      Tujuan
1)      Memberikan ekstensi  maksimal pada sendi lutut dan pinggang
2)      Mencegah fleksi dan kontraktur pada pinggang dan lutut.
c.       Indikasi
1)      Pasien yang menjalani bedah mulut dan kerongkongan
2)      Pasien dengan pemeriksaan pada daerah bokong atau punggung.
10.   Posisi lateral
http://rifayanie.files.wordpress.com/2012/09/lateralposition.jpg
a.      Pengertian
Posisi miring dimana pasien bersandar kesamping dengan sebagian besar berat tubuh berada pada pinggul dan bahu.
b.      Tujuan
1)      Mempertahankan body aligement
2)      Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi
3)      Meningkankan rasa nyaman
4)      Mengurangi kemungkinan tekanan yang menetap pada tubuh akibat posisi yang menetap.
c.       Indikasi
1)      Pasien yang ingin beristirahat
2)      Pasien yang ingin tidur
3)      Pasien yang posisi fowler atau dorsal recumbent dalam posisi lama
4)      Penderita yang mengalami kelemahan dan pasca operasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar